Anugerah Media – Asosiasi Perusahaan Fotografi Indonesia (APFI) baru-baru ini menekankan bahwa meskipun perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin pesat, fotografi tetap relevan dan penting di era digital ini. Dalam sebuah diskusi yang digelar oleh APFI, para ahli dan praktisi fotografi menyatakan bahwa meskipun alat-alat canggih berbasis AI, seperti aplikasi pengeditan otomatis dan kamera pintar, semakin banyak digunakan, nilai seni dan kreativitas dalam fotografi tetap tak tergantikan.
Fotografi bukan hanya soal teknik atau hasil gambar semata, tetapi juga terkait dengan pemahaman estetika, perspektif, dan interpretasi visual. Menurut APFI, meskipun AI dapat menghasilkan gambar dengan cepat dan mudah, ia tidak dapat menggantikan kemampuan manusia dalam mengekspresikan emosi, cerita, dan konteks melalui gambar. Fotografi sebagai bentuk seni tetap memerlukan keterampilan dan pemahaman yang mendalam, yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan proses kreatif.
Selain itu, APFI juga menyoroti pentingnya dokumentasi visual dalam berbagai aspek kehidupan. Meskipun AI dapat membantu dalam hal pemrosesan gambar, fotografi tetap memegang peranan penting sebagai alat untuk mendokumentasikan momen-momen bersejarah, budaya, serta kehidupan sehari-hari. Di bidang jurnalistik, misalnya, foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional tetap memiliki nilai lebih karena dapat menangkap kebenaran dan realitas yang tidak bisa diproduksi oleh mesin.
Di sisi lain, APFI mengakui bahwa AI juga membawa dampak positif bagi industri fotografi. Teknologi ini memberikan kemudahan dalam hal pengeditan foto, seperti memperbaiki pencahayaan, menghilangkan noise, atau menambahkan efek tertentu, yang mempercepat proses kerja seorang fotografer. Selain itu, AI juga dapat membantu dalam analisis gambar dan memberikan rekomendasi yang lebih baik dalam memilih gambar terbaik dari sebuah pemotretan.
Teknologi ini bukan untuk menggantikan fotografer, tetapi untuk mendukung dan memperkaya proses kreatif mereka. Namun, APFI menegaskan bahwa meskipun AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas teknis, hasil akhir tetap bergantung pada visi dan kreativitas fotografer. Dalam dunia fotografi, manusia tetap menjadi faktor utama yang mengarahkan teknologi untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai seni tinggi.
Oleh karena itu, meskipun perkembangan AI terus berlanjut, fotografi sebagai seni visual dan medium komunikasi tetap relevan dan akan terus memainkan peran penting dalam masyarakat. Dalam menghadapi era AI ini, APFI mengimbau agar para fotografer terus mengembangkan keterampilan mereka, memanfaatkan teknologi dengan bijak, dan tidak melupakan nilai-nilai inti dari seni fotografi.
