Anugerah Media – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini menggelar pelatihan alih teknologi untuk produksi mi bebas gluten berbasis sorgum, sebuah langkah strategis untuk mendorong inovasi pangan sehat dan mendukung pengembangan usaha kuliner lokal. Pelatihan ini ditujukan bagi para pelaku industri pangan, UMKM, serta penggiat kuliner yang ingin memanfaatkan sorgum sebagai bahan baku alternatif bagi mi tradisional berbahan gandum.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dan kebutuhan produk bebas gluten, inovasi ini diharapkan mampu membuka peluang bisnis baru sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Sorgum dipilih sebagai bahan utama karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, bebas gluten, serta lebih ramah bagi penderita penyakit celiac atau mereka yang sensitif terhadap gluten.
Selain itu, sorgum juga dikenal sebagai tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dan dapat tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, sehingga ketersediaannya relatif stabil. BRIN menekankan bahwa pemanfaatan sorgum tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan petani lokal dan diversifikasi sumber pangan. Pelatihan ini mencakup beberapa aspek penting, mulai dari pemilihan sorgum berkualitas, pengolahan biji sorgum menjadi tepung, hingga proses produksi mi yang higienis dan aman.
Para peserta diberikan pembekalan teknis mengenai proporsi bahan, teknik pencampuran, pencetakan mi, hingga metode pengemasan yang sesuai standar. Selain itu, BRIN juga menekankan pentingnya inovasi rasa dan tekstur untuk memastikan produk mi bebas gluten berbasis sorgum dapat diterima oleh konsumen luas. Tidak hanya aspek produksi, pelatihan ini juga mencakup transfer ilmu mengenai manajemen produk, strategi pemasaran, dan peluang bisnis di sektor kuliner sehat.
Peserta dibekali pengetahuan tentang bagaimana memasarkan mi bebas gluten berbasis sorgum baik secara offline maupun online, termasuk pengemasan menarik, branding, hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Hal ini menjadi nilai tambah bagi para pelaku usaha yang ingin memanfaatkan tren pangan sehat untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka. BRIN juga menghadirkan narasumber ahli dari bidang teknologi pangan dan nutrisi yang memberikan insight mengenai pentingnya diversifikasi pangan berbasis lokal serta inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern.
Dengan adanya pendampingan langsung, peserta dapat mencoba langsung proses produksi mi, melakukan uji rasa, dan memahami tahapan alih teknologi secara menyeluruh. Pendekatan praktis ini diharapkan mampu mempercepat adopsi Teknologi oleh pelaku UMKM dan industri kecil menengah. Selain manfaat bagi pelaku usaha, pelatihan ini juga berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan sehat dan bebas gluten. Produk mi berbasis sorgum tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada gandum impor.
Dengan demikian, inovasi ini menghadirkan keuntungan ganda: memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas nutrisi masyarakat. Secara keseluruhan, pelatihan alih teknologi mi bebas gluten berbasis sorgum yang digelar BRIN menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi pangan sehat, pemberdayaan UMKM, serta pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan transfer teknologi yang tepat, para peserta pelatihan dapat menciptakan produk inovatif yang sehat, aman, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Langkah ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana riset dan inovasi dapat diterapkan langsung untuk mendukung kesehatan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis lokal di Indonesia.
