Anugerah Media – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya membuka peluang bagi generasi muda, termasuk para santri, untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang ekonomi kreatif. Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan Fotografi menggunakan smartphone, yang dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan santri sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia digital. Pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek teknis fotografi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi sederhana seperti smartphone agar hasil karya tetap menarik dan berkualitas.
Program ini dirancang dengan mempertimbangkan kenyataan bahwa tidak semua santri memiliki akses ke peralatan profesional seperti kamera DSLR. Dengan menggunakan smartphone, peserta diajarkan teknik dasar fotografi, mulai dari komposisi, pencahayaan, hingga pemilihan sudut yang tepat. Selain itu, mereka juga diberikan materi tentang editing foto menggunakan aplikasi yang mudah diakses.
Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas tanpa membebani biaya yang tinggi, sehingga setiap santri dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh kapan pun dan di mana pun. Kemenparekraf melihat potensi besar dalam santri karena mereka tidak hanya memiliki disiplin dan karakter yang kuat, tetapi juga berada dalam lingkungan pesantren yang kaya akan budaya dan nilai-nilai lokal.
Nilai-nilai ini dapat menjadi inspirasi dalam karya fotografi yang unik dan autentik. Melalui pelatihan ini, santri diharapkan mampu mengekspresikan perspektif mereka tentang kehidupan sehari-hari, budaya, dan kegiatan keagamaan dalam bentuk visual yang menarik. Hasil karya tersebut juga dapat menjadi media promosi pariwisata lokal, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas pesantren.
Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya storytelling dalam fotografi. Santri diajarkan bagaimana sebuah foto dapat menceritakan sebuah kisah, menyampaikan pesan, atau memicu emosi bagi yang melihatnya. Pendekatan ini membuat fotografi tidak sekadar menjadi aktivitas estetika, tetapi juga sarana komunikasi yang efektif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha kreatif sejak dini.
Karena santri dapat memanfaatkan kemampuan fotografi untuk membuka peluang usaha, seperti jasa dokumentasi, konten media sosial, hingga promosi produk lokal. Melalui pelatihan fotografi berbasis smartphone, Kemenparekraf membuktikan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan peralatan mahal, melainkan ide, teknik, dan praktik yang konsisten. Program ini menjadi langkah konkret untuk memberdayakan santri, mengasah keterampilan digital, dan membuka jalan bagi mereka untuk berkarya serta berkontribusi pada ekonomi kreatif Indonesia.