Anugerah Media – Samsung kembali menegaskan dominasinya di pasar smartphone premium dengan meluncurkan Galaxy S26 Ultra, yang menjadi sorotan karena peningkatan signifikan pada kamera malam dan kemampuan zoom yang menjadikannya unggul di segmen fotografi seluler. Fokus utama Galaxy S26 Ultra terletak pada sensor 200MP yang disempurnakan dengan teknologi Tetra2pixe.
yang menggabungkan 16 piksel menjadi satu piksel besar berukuran 2,4 mikrometer untuk menangkap cahaya lebih optimal. Hasilnya, foto malam hari memiliki tingkat penyerapan cahaya lebih tinggi hingga 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga detail objek tetap terlihat jelas meski dalam kondisi minim pencahayaan.
Dunia fotografi smartphone kembali diguncang dengan kehadiran Samsung Galaxy S26 Ultra. Sebagai pemimpin pasar di segmen flagship, Samsung tidak hanya memberikan peningkatan minor, melainkan melakukan lompatan kuantum dalam kemampuan menangkap cahaya di kondisi minim cahaya. Dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih dalam dan perangkat keras sensor yang revolusioner, perangkat ini kini menyandang gelar sebagai penyaji kemampuan fotografi malam terbaik di industri.
Jantung dari kehebatan fotografi S26 Ultra terletak pada sensor utama ISOCELL generasi terbaru yang memiliki ukuran fisik lebih besar. Samsung menyadari bahwa dalam fotografi malam, “cahaya adalah raja”. Melalui teknik pixel binning yang telah disempurnakan, sensor ini mampu menggabungkan lebih banyak piksel menjadi satu piksel raksasa yang sangat sensitif terhadap cahaya. Hasilnya? Foto malam hari yang bebas dari noise digital, dengan detail yang tetap tajam meski diambil di lingkungan yang hampir gelap total.
Inovasi ini memungkinkan kamera menangkap rentang dinamis (dynamic range) yang lebih luas. Area gelap (bayangan) tidak lagi terlihat hitam pekat yang hampa, melainkan tetap memiliki tekstur, sementara area terang (lampu jalan) tidak mengalami overexposure atau pecah.
Perangkat keras yang mumpuni tentu membutuhkan otak yang cerdas. Samsung S26 Ultra dibekali dengan prosesor dengan NPU (Neural Processing Unit) yang jauh lebih bertenaga untuk menjalankan algoritma Nightography 2.0. Saat Anda menekan tombol rana, AI bekerja secara instan melakukan ribuan pemrosesan per detik.
