Anugerah Media – Inovasi dalam dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan masuknya teknologi digital ke dalam ruang kelas. Salah satu terobosan menarik baru saja dilakukan di MAN 2 Bantul, di mana para siswa kelas XB MAN 2 Bantul uji pemahaman lewat kuis Wayground. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mentransformasi metode evaluasi pembelajaran yang konvensional menjadi pengalaman yang lebih interaktif, kompetitif, dan menyenangkan bagi para siswa Gen Z.
Wayground sendiri merupakan platform berbasis web yang memungkinkan guru menyusun materi uji dalam bentuk permainan atau kuis interaktif. Berbeda dengan ujian kertas yang cenderung menegangkan, kuis ini dirancang untuk memicu antusiasme siswa melalui elemen visual dan sistem poin yang dinamis.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas XB ini diawali dengan penjelasan instruksi oleh guru pendamping. Setiap siswa diminta mengakses tautan kuis melalui perangkat gawai atau laptop masing-masing. Begitu kuis dimulai, suasana kelas yang biasanya sunyi berubah menjadi riuh rendah dengan fokus yang tinggi. Para siswa ditantang untuk menjawab serangkaian pertanyaan materi pelajaran dengan cepat dan tepat.
Salah satu keunggulan dari Wayground adalah adanya fitur real-time leaderboard. Fitur ini memungkinkan siswa melihat posisi peringkat mereka secara langsung setiap kali selesai menjawab satu pertanyaan. Hal ini menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat di dalam kelas. Siswa tidak hanya sekadar menjawab, tetapi mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dengan mengandalkan kecepatan berpikir dan ketepatan logika.
Uji pemahaman melalui platform digital seperti ini memberikan keuntungan ganda, baik bagi siswa maupun guru. Bagi siswa, mereka mendapatkan umpan balik instan. Jika jawaban mereka salah, platform biasanya memberikan penjelasan atau kunci jawaban yang benar, sehingga proses belajar terjadi saat itu juga tanpa harus menunggu hasil koreksi guru di hari berikutnya.
Bagi guru di MAN 2 Bantul, metode ini memudahkan dalam memetakan sejauh mana materi telah diserap oleh kelas XB. Setelah kuis berakhir, platform akan menyajikan data statistik mengenai pertanyaan mana yang paling banyak dijawab salah oleh siswa. Data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi guru untuk memutuskan apakah suatu materi perlu diulang kembali atau bisa dilanjutkan ke topik berikutnya.
Para siswa kelas XB menyambut positif penggunaan Wayground ini. Mereka merasa bahwa metode evaluasi seperti ini jauh lebih efektif untuk mengusir rasa jenuh. “Belajar jadi terasa seperti bermain game, tapi tetap ada ilmu yang masuk,” ujar salah satu siswa. Integrasi teknologi dalam kurikulum di MAN 2 Bantul membuktikan bahwa sekolah madrasah mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman dan tetap mengedepankan kualitas akademik.
